Investasi Pabrik Smelter di Luwu Akan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Daerah

 Metroluwuraya.com, Luwu — Pembangunan pabrik peleburan (smelter) nikel Kalla Group melalui salah satu anak perusahaannya, PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) yang berlokasi di Kecamatan Bua Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan nantinya diharapkan akan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan menggenjot Pendapatan Asli Daerah.

Smelter yang dibangun dengan investasi senilai Rp10 triliun ini berkapasitas 60.000 ton ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2024 ini. Selain kebutuhan dalam negeri, smelter ini juga akan memasok kebutuhan nikel secara global.

Namun hal yang paling penting adalah bagaimana kehadiran smelter ini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Apalagi selama proses pengerjaannya, BMS mempekerjakan karyawan lokal sebanyak 80 persen yang tentunya berpengalaman serta memiliki pendidikan dan keahlian sesuai bidang yang dibutuhkan, hal itu disampaikan oleh HM Jusuf Kalla saat meninjau pembangunan smelter tersebut pada Rabu (18/3/2022) lalu.

Pembangunan smelter terdiri atas beberapa tahap yang dimulai sejak Maret 2022. Khusus untuk pabrik pertama, target pengoperasiannya sudah bisa dijalankan tahun ini.

Adapun target jumlah pabrik smelter yang akan dibangun sebanyak 14 tungku hingga tahun 2030 di atas lahan seluas 141 hektar.

Tentunya pemerintah daerah berharap adanya investasi di daerah itu mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah dan menggenjot pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Meningkatnya PAD tentunya akan mempengaruhi perkembangan daerah. Daerah akan lebih maju dan berkembang.

Keberadaan pabrik di Kabupaten Luwu ini akan  memberikan   dampak positif   yang   besar   bagi   pengembangan  wilayah  tersebut  dengan  meningkatnya pendapatan daerah setelah  berjalannya pabrik.

Di sisi lain,dengan dibangunnya  pabrik

Smelter ini akan meningkatkan perekonomian daerah berupa peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) serta bertambahnya  kesempatan untuk

mendapatkan pekerjaan serta adanya peningkatan  pendapatan  setiap  rumah tangga yang  dapat meningkatkan kemampuan daya beli masyarakat.

Dibangunnya pabrik ini juga akan membuka peluang usaha bagi warga sekitar. Sudah ada belasan pelaku UMKM dan pelaku usaha lainnya yang mulai terbuka.

Disekitar daerah pabrik juga sudah banyak warga yang membangun rumah kontrakan atau rumah kos.

Dampak dari keberadaan pabrik ini akan menyentuh semua lapisan masyarakat dan pastinya ketika perusahaan ini beroperasi akan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warga.(RS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *