Metroluwuraya.com, Luwu – Bupati Luwu, H. Patahudding, S.Ag, menegaskan bahwa Kabupaten Luwu relatif aman dan tidak terjadi disharmoni antarwarga, karena masyarakat diikat oleh rasa kekeluargaan sebagai “Wija To Luwu.” Hal itu disampaikan usai pelantikan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Luwu periode 2025-2027 yang berlangsung di Ruang Pola Andi Kambo, Kantor Bupati Luwu, Selasa (30/9/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Patahudding menekankan pentingnya semangat Wija To Luwu dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di daerah ini. Ia berharap FKUB menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga kedamaian dan harmonisasi kehidupan beragama.
“Kerukunan adalah pondasi utama pembangunan. Saya berharap FKUB hadir bukan hanya sebagai wadah formal, tetapi juga sebagai penggerak nilai toleransi di tengah masyarakat,” ujar Patahudding.
Ketua FKUB Kabupaten Luwu, Drs. Armin, M.Sos.i, menjelaskan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan, di antaranya:
Penguatan Simpul Kerukunan: membangun komunikasi intensif antara tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah.
Pendidikan dan Literasi Kerukunan: menyelenggarakan seminar, diskusi, dan pelatihan terkait pentingnya toleransi.
Dialog Kerukunan: menggelar forum diskusi lintas agama dan masyarakat untuk membahas isu kerukunan.
Pengembangan Sarana dan Prasarana: mendukung fasilitas kegiatan kerukunan.
Koordinasi dan Konsolidasi: memperkuat sinergi dengan berbagai pihak demi efektivitas program.
Dengan dilantiknya pengurus baru FKUB ini, diharapkan Kabupaten Luwu semakin solid dalam menjaga persaudaraan lintas iman dan mengukuhkan Luwu sebagai daerah yang damai, rukun, dan harmonis.
(Red/Mtr)


Komentar