Metroluwuraya.com, Luwu | Belopa, 31 Januari 2025 – Bulog Kabupaten Luwu mengambil alih langsung distribusi bantuan beras di Desa Lampuara setelah ditemukan adanya penundaan penyaluran akibat ketidakterbukaan data penerima. Beras yang sudah berada di kantor desa selama beberapa minggu tidak disalurkan oleh pemerintah desa, sehingga memicu protes warga.
Penyaluran beras dilakukan pada Jumat (31/01/2025) di depan kantor desa Lampuara. Proses ini berjalan kondusif dengan bantuan dari warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Lampuara Menggugat, sementara kepala desa dan aparat desa tidak turut serta dalam pembagian.
Bulog Pastikan Pembagian Sesuai Daftar Penerima
Agil, selaku penanggung jawab dari Bulog, menyatakan bahwa pengambilalihan distribusi ini telah dikoordinasikan dengan kepala desa. Ia menegaskan bahwa pembagian akan dilakukan sesuai dengan daftar penerima yang tercatat di Bulog.
“Saya mengambil alih pembagian beras ini karena sudah berkoordinasi dengan kepala desa. Saya akan membagikan beras sesuai nama yang ada dalam daftar penerima bantuan dari Bulog,” ujar Agil.
Warga Pertanyakan Ketidaktepatan Penyaluran
Sejumlah warga mengeluhkan bahwa meskipun nama mereka terdaftar sebagai penerima bantuan, mereka baru menerima beras untuk pertama kalinya sejak program ini berjalan selama satu tahun.
“Nama saya ada di Bulog, tapi kenapa baru sekarang saya mendapatkan bantuan beras? Padahal program ini sudah berjalan lama,” ungkap salah seorang warga.
Selain itu, ditemukan juga beberapa penerima yang dianggap tidak layak, termasuk aparatur desa, sementara masih banyak warga yang seharusnya mendapatkan bantuan tetapi belum pernah menerima.
Desakan untuk Revisi Data Penerima
Udi, juru bicara Aliansi Masyarakat Lampuara Menggugat, menyatakan bahwa keterbukaan data dari Bulog menunjukkan adanya ketidaktepatan dalam penyaluran selama ini. Ia meminta agar pemerintah desa dan Bulog melakukan revisi agar bantuan lebih tepat sasaran.
“Banyak warga yang seharusnya mendapat bantuan, tapi justru belum menerima. Sebaliknya, ada warga yang sudah mampu, bahkan beberapa aparatur desa, justru menerima bantuan. Kami meminta agar data penerima dievaluasi ulang supaya bantuan ini benar-benar efektif,” tegasnya.
Masyarakat berharap agar ke depan, program bantuan pangan dapat lebih transparan dan tepat sasaran, sehingga tidak lagi terjadi keterlambatan maupun penyimpangan dalam distribusi.(Redaksi Metro)






