AKAL AMP Desak Pemalangan Rante Balla Dibuka, Ribuan Pekerja Terancam Dirumahkan

LUWU| METROLUWURAYA.COM — Aliansi Karyawan Lokal Awak Mas Project (AKAL AMP) PT Masmindo Dwi Area (MDA) meminta pemalangan jalan di Desa Rante Balla, Kabupaten Luwu, segera dihentikan agar akses menuju lokasi kerja kembali normal. Blokade tersebut dinilai mengganggu aktivitas ribuan pekerja dan berpotensi berdampak langsung terhadap keberlangsungan pekerjaan karyawan lokal.

Jenderal Lapangan AKAL AMP, Anggi Al Jihad Al Ghazali, mengungkapkan bahwa penutupan akses jalan telah menyulitkan ribuan pekerja untuk menjangkau tempat mereka bekerja.

Ia mendesak pemerintah dan pihak-pihak terkait agar segera mengambil langkah nyata untuk membuka kembali akses yang terhambat tersebut.

Menurut Anggi, persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat menimbulkan konsekuensi yang lebih serius bagi para pekerja, terutama apabila aktivitas proyek terus terganggu dalam beberapa hari ke depan.

Anggi mengaku pihaknya telah menghadapi kemungkinan dirumahkan akibat kondisi tersebut. Kekhawatiran itu semakin besar apabila pemalangan berlangsung lebih lama dan menghambat operasional proyek.

“Pemalangan yang baru berlangsung sekarang saja sudah ada rencana kami akan dirumahkan. Apalagi jika berlangsung berhari-hari, tidak menutup kemungkinan kami semua akan dirumahkan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pekerjaan di proyek Awak Mas memiliki arti penting bagi para karyawan lokal. Penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan tersebut menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, Anggi menyayangkan apabila persoalan pemalangan tidak segera mendapatkan penyelesaian. Ia menilai diperlukan koordinasi dan langkah konkret dari pihak berwenang agar persoalan di lapangan tidak semakin merugikan masyarakat pekerja.

Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, menurutnya, kehilangan pekerjaan merupakan risiko yang sangat dikhawatirkan para karyawan, terlebih bagi mereka yang menggantungkan kebutuhan keluarga pada penghasilan dari proyek tersebut.

“Dalam kondisi yang tidak menentu seperti sekarang, kehilangan pekerjaan adalah hal yang tidak kami inginkan. Pekerjaan ini sangat membantu perekonomian keluarga kami,” tegasnya.

AKAL AMP berharap seluruh pihak yang berkepentingan dapat segera mencari jalan keluar melalui langkah penyelesaian yang tepat. Dengan demikian, akses jalan di Desa Rante Balla dapat kembali dibuka, kegiatan pekerjaan berjalan normal, dan para karyawan lokal tidak terus dibayangi kekhawatiran kehilangan sumber penghidupan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *