Dorong Desa Lebih Produktif, Fordes Sampeang Kembangkan Kebun Matappa

LUWU| METROLUWURAYA.COM — Semangat memanfaatkan potensi desa terus didorong Forum Desa Sampeang (Fordes) Mattapa, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu. Bersama KJM dan KJL, Fordes mengembangkan Kebun Fordes Mattapa sebagai ruang kegiatan produktif sekaligus wadah memperkuat kebersamaan masyarakat.

Lahan tersebut mulai dimanfaatkan untuk budidaya kacang tanah dan ubi jalar. Tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas pertanian, kebun ini juga diharapkan menjadi tempat bagi masyarakat untuk belajar, bertukar pengalaman, serta meningkatkan keterampilan dalam mengelola lahan secara bersama-sama.

Trainer Forum Desa Sampeang, Nur Hamzah Badawi, mengatakan pengembangan kebun tersebut dirancang bukan sekadar untuk kegiatan bercocok tanam, tetapi menjadi kegiatan yang dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Menurutnya, nilai utama dari kegiatan itu terletak pada proses membangun kebersamaan dan kemandirian masyarakat.

“Ini bukan hanya tentang menanam dan memanen. Yang ingin dibangun adalah semangat untuk bekerja bersama, belajar bersama, dan memanfaatkan potensi yang ada di desa,” kata Nur Hamzah.

Ia menjelaskan, keberadaan Kebun FORDES Sampeang diharapkan dapat menjadi ruang bersama bagi masyarakat dalam mengembangkan berbagai kegiatan produktif. Kolaborasi antara FORDES, KJM, dan KJL juga dinilai penting untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam mengelola potensi yang tersedia di lingkungan desa.

Pada tahap awal, kacang tanah dan ubi jalar dipilih sebagai komoditas yang dibudidayakan. Ke depan, pengelolaan lahan tersebut diharapkan dapat terus diperluas sehingga tidak hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat.

Nur Hamzah menilai, upaya membangun kemandirian desa tidak harus selalu diawali dengan program berskala besar. Pemanfaatan lahan yang tersedia, jika dikelola secara bersama dan konsisten, dapat berkembang menjadi kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Inisiatif ini menunjukkan bahwa pengembangan potensi desa tidak selalu harus dimulai dari kegiatan berskala besar. Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia dan melibatkan masyarakat, potensi sederhana dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang memberikan manfaat bersama,” ujarnya.

Ia berharap Kebun FORDES Sampeang nantinya dapat menjadi contoh bahwa semangat gotong royong tidak hanya menjaga hubungan sosial antarwarga, tetapi juga bisa menjadi kekuatan untuk menciptakan kegiatan ekonomi dan produktivitas desa yang berkelanjutan.

 

(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *