Luwu, Metroluwuraya.com | Bupati Luwu, H. Patahudding, S.Ag., bersama Wakil Bupati Muh. Dhevy Bijak Pawindu, Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, serta Tim Pokja Percepatan Investasi Kabupaten Luwu melakukan kunjungan kerja ke lokasi Awak Mas Project yang dikelola PT Masmindo Dwi Area (MDA) di Kecamatan Latimojong.
Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung perkembangan proyek yang kini telah memasuki tahap konstruksi, sekaligus memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah dan pihak investor dalam mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Luwu.
Rombongan berangkat dari Rumah Jabatan Bupati Luwu didampingi Direktur Utama MDA, Trisakti Simorangkir. Perjalanan menuju area proyek ditempuh melalui jalur logistik perusahaan yang melintasi empat kecamatan dan 21 desa di wilayah Kabupaten Luwu.
Sesampainya di lokasi, rombongan menerima pemaparan dari manajemen MDA terkait perkembangan proyek, capaian konstruksi, persiapan operasional, penerapan standar keselamatan kerja, hingga pengelolaan lingkungan. Setelah itu, rombongan meninjau sejumlah fasilitas utama yang tengah dibangun sebagai bagian dari pengembangan proyek tambang emas tersebut.
Bupati Luwu H. Patahudding menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung investasi yang mampu memberikan dampak positif dan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan secara langsung sejauh mana perkembangan Awak Mas Project yang menjadi salah satu investasi strategis di Kabupaten Luwu. Dari hasil pemaparan dan peninjauan lapangan, kami melihat pembangunan berjalan cukup baik dan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan investasi di daerah harus mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, dan program pemberdayaan masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga komunikasi dan memperkuat kolaborasi agar manfaat investasi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat serta mendorong kemajuan daerah secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Pokja Percepatan Investasi Kabupaten Luwu, H. Sofyan Thamrin, ST., MM., MSP., menyebut kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan koordinasi dan dukungan terhadap investasi tetap berjalan dengan baik.
Menurutnya, Awak Mas Project memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten Luwu. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan investor perlu terus diperkuat agar seluruh tahapan pembangunan proyek dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Dukungan terhadap proyek ini tidak hanya datang dari pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat yang tergabung dalam Forum Desa (FORDES). Forum tersebut dibentuk dengan melibatkan perwakilan dari 21 desa di wilayah operasional proyek sebagai wadah komunikasi, penyampaian aspirasi, dan penguatan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan.
Direktur Utama MDA, Trisakti Simorangkir, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Pemerintah Kabupaten Luwu dan Pokja Percepatan Investasi ke lokasi proyek.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperlihatkan secara langsung perkembangan Awak Mas Project yang saat ini tengah berlangsung.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan proyek tidak hanya bergantung pada perusahaan, tetapi juga pada dukungan dan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, masyarakat, serta perusahaan. Oleh karena itu, komunikasi dan kerja sama yang telah terjalin selama ini diharapkan terus diperkuat hingga proyek memasuki tahap operasional.
Selain fokus pada pembangunan fisik proyek, MDA juga berkomitmen menjalankan investasi secara bertanggung jawab melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat agar manfaat kehadiran investasi dapat dirasakan secara langsung oleh warga Kabupaten Luwu.
Melalui kunjungan tersebut, diharapkan hubungan dan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Luwu, masyarakat, dan PT Masmindo Dwi Area semakin solid dalam mendukung kelancaran investasi serta mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat.
(*)






