Tambang Emas Ilegal di Bua Disorot, Oknum Polisi Diduga Terlibat

Info Publik12 Dilihat

Metroluwuraya.com| Dugaan keterlibatan seorang oknum anggota kepolisian dalam aktivitas pertambangan emas ilegal mencuat di Desa Posi, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu.

Informasi ini mengemuka setelah seorang pekerja di lokasi tambang mengaku bahwa area tersebut diduga dimiliki oleh anggota polisi berinisial OB. Ia menyebutkan bahwa kegiatan penambangan telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Menurut pengakuannya, operasional tambang sebelumnya menggunakan alat berat berupa ekskavator. Namun, dalam sebulan terakhir, alat tersebut tidak lagi berfungsi akibat kerusakan.

“Sudah lama berjalan. Dulu pakai ekskavator, tapi sekitar sebulan ini rusak,” ujarnya tanpa ingin disebutkan identitasnya.

Meskipun demikian, aktivitas penambangan disebut akan kembali berjalan normal karena rencananya akan didatangkan dua unit ekskavator baru dalam waktu dekat.

Pekerja tersebut juga mengungkap adanya dugaan praktik pengamanan tidak resmi yang membuat aktivitas tambang terkesan aman dari penindakan. Ia menyebut bahwa setiap ada informasi kedatangan aparat, peralatan tambang biasanya disembunyikan.

“Kalau ada petugas datang, alat langsung diamankan. Biasanya juga ada setoran untuk pengamanan,” katanya.

Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat, baik dari sisi penegakan hukum maupun dampak lingkungan. Aktivitas tambang ilegal dinilai berpotensi merusak ekosistem dan mencemari sumber air akibat penggunaan bahan kimia dalam prosesnya.

Warga pun berharap aparat terkait segera turun tangan untuk melakukan penyelidikan menyeluruh serta mengambil tindakan tegas, termasuk mengusut dugaan keterlibatan oknum aparat.

Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu, saat dimintai tanggapan menyatakan akan menindaklanjuti informasi tersebut dengan pengecekan langsung di lapangan.

“Kami akan cek terlebih dahulu,” ujarnya, Rabu (22 April 2026).

Ia juga menambahkan bahwa lokasi tersebut sebelumnya pernah diperiksa, dan meminta pihak yang memberikan informasi untuk ikut menunjukkan lokasi agar tidak terjadi kesalahan.

“Siapa yang memberi informasi, ayo kita cek bersama supaya tidak keliru,” pungkasnya.

 

(*)

Komentar