LUWU, Metroluwuraya.com | Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Dinas Kesehatan merespons cepat keluhan mengenai ketersediaan obat demam di Puskesmas Bua yang sebelumnya menjadi sorotan masyarakat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu memastikan pasokan obat pelayanan kesehatan dasar, termasuk obat demam, vaksin, serta bahan medis habis pakai (BMHP), saat ini dalam kondisi tersedia di Puskesmas Bua maupun sejumlah puskesmas lainnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, dr. Rosnawary Basir, mengatakan pemantauan terhadap ketersediaan obat dilakukan secara berkala untuk memastikan kebutuhan pelayanan masyarakat tetap terpenuhi.
Menurutnya, evaluasi terkait pengelolaan obat telah dilakukan melalui rapat koordinasi pada Juli 2026. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh kepala puskesmas, dokter puskesmas, serta petugas yang menangani pengelolaan obat.
Selain evaluasi rutin, Dinas Kesehatan juga melakukan pengecekan langsung ke sejumlah fasilitas kesehatan. Pada 14 Agustus 2026, dr. Rosnawary bersama Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) dan tim Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) turun ke lapangan untuk memeriksa ketersediaan obat, vaksin, dan BMHP.
“Terkait pemberitaan mengenai terjadinya kekosongan obat di Puskesmas Bua, kami tegaskan bahwa saat ini ketersediaan obat Pelayanan Kesehatan Dasar (PKD), vaksin, dan bahan medis habis pakai di puskesmas dalam kondisi cukup,” ujar dr. Rosnawary, Selasa (18/8/2026).
Ia menjelaskan, mekanisme distribusi obat ke puskesmas dilakukan setiap bulan melalui Instalasi Farmasi Kabupaten. Penyaluran tersebut mengacu pada Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO) yang menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan masing-masing puskesmas.
Pengelolaan stok juga disesuaikan dengan karakteristik wilayah pelayanan, pola penyakit, serta jumlah kasus yang ditemukan di masing-masing puskesmas. Dengan demikian, kebutuhan obat tidak disamaratakan karena kondisi setiap wilayah berbeda.
Dari hasil pemantauan terakhir per 18 Agustus 2026, ketersediaan obat, termasuk obat demam yang sebelumnya ramai diperbincangkan, tercatat masih tersedia di Puskesmas Bua dan puskesmas lainnya di Kabupaten Luwu.
“Berdasarkan laporan terakhir, stok obat terutama obat demam di Puskesmas Bua dan puskesmas lain di Kabupaten Luwu tersedia,” jelasnya.
Meski memastikan stok saat ini tersedia, Dinas Kesehatan juga mengakui adanya tantangan dalam pengadaan obat. Salah satunya berupa penurunan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pengadaan obat pada tahun anggaran 2026.
Anggaran tersebut disebut berada di kisaran Rp2,2 miliar untuk memenuhi kebutuhan obat di seluruh puskesmas Kabupaten Luwu selama satu tahun.
Sebagai langkah antisipasi, setiap puskesmas juga diarahkan untuk mengoptimalkan anggaran operasional yang bersumber dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) guna mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan dasar.
Pemkab Luwu berharap langkah distribusi, pemantauan, dan evaluasi secara berkala dapat menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan. Dengan ketersediaan obat yang terpantau, masyarakat, khususnya pasien di Puskesmas Bua, diharapkan tetap memperoleh pelayanan dan obat sesuai kebutuhan.
(*)
