PLN UP3 Palopo Perkuat Budaya K3, Gelar Simulasi Tanggap Darurat Bersama Damkar Kota Palopo

Metroluwuraya.com, Palopo | PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palopo kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui pelaksanaan Simulasi Penanganan Keadaan Darurat yang melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palopo. Jumat, (24/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapan pegawai maupun mitra kerja agar mampu merespons berbagai kondisi darurat secara cepat, efektif, dan sesuai prosedur.

Simulasi tersebut dipandu langsung oleh tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palopo, di antaranya Kepala Seksi Evakuasi dan Penyelamatan Muh. Nur Tandiwajang, S.Sos., serta Operator Layanan dan Rescue Robbi Welyam T. Peserta memperoleh pembekalan teori sekaligus praktik mengenai teknik evakuasi korban, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga metode penyelamatan pada situasi berisiko tinggi.

Bacaan Lainnya

Manajer PLN UP3 Palopo, Yekti Kurniawan, menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan fondasi utama dalam seluruh aktivitas operasional perusahaan.

“Keselamatan adalah prioritas yang tidak bisa dikompromikan. Melalui simulasi ini kami ingin memastikan seluruh insan PLN beserta mitra kerja memiliki kemampuan merespons situasi darurat secara cepat, tepat, dan sesuai standar operasional. Kesiapan tersebut bukan hanya melindungi pekerja, tetapi juga mendukung keandalan pasokan listrik bagi masyarakat,” ujar Yekti.

Ia menambahkan, latihan seperti ini perlu dilakukan secara berkesinambungan sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya K3 di lingkungan PLN.

Sementara itu, Biro K3L PLN UP3 Palopo, Arman Arif, menjelaskan bahwa simulasi tanggap darurat merupakan implementasi dari sistem manajemen keselamatan yang diterapkan perusahaan.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan teknis, kewaspadaan, serta koordinasi antarpersonel dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat. Dengan pelatihan yang dilakukan secara rutin, setiap pegawai diharapkan memahami peran dan tanggung jawabnya sehingga mampu menekan risiko maupun dampak yang mungkin timbul apabila terjadi insiden.

Arman juga menekankan bahwa keberhasilan penanganan kondisi darurat sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia, prosedur yang terstruktur, serta sinergi yang baik dengan instansi terkait.

Di sisi lain, Kepala Seksi Evakuasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palopo, Muh. Nur Tandiwajang, memberikan apresiasi atas komitmen PLN UP3 Palopo dalam membangun budaya keselamatan kerja.

Ia menilai pelaksanaan simulasi secara rutin menjadi langkah penting untuk melatih kecepatan pengambilan keputusan, memperkuat koordinasi tim, serta meningkatkan keterampilan teknis personel saat menghadapi situasi darurat. Menurutnya, kolaborasi antara PLN dan Dinas Pemadam Kebakaran perlu terus diperkuat demi menciptakan lingkungan kerja yang aman dan siap menghadapi berbagai potensi risiko.

Selama kegiatan berlangsung, peserta dihadapkan pada sejumlah skenario yang dirancang menyerupai kondisi nyata. Melalui simulasi tersebut, kesiapan personel diuji mulai dari proses evakuasi, komunikasi saat keadaan darurat, penggunaan peralatan keselamatan, hingga koordinasi dengan tim penyelamat.

Melalui kegiatan ini, PLN UP3 Palopo kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai budaya yang melekat dalam setiap aktivitas perusahaan. Sinergi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palopo diharapkan semakin memperkuat kesiapsiagaan personel sehingga pelayanan kelistrikan kepada masyarakat dapat terus berlangsung secara aman, andal, dan berkelanjutan.

Sebagai perusahaan penyedia tenaga listrik nasional, PLN meyakini bahwa keandalan sistem kelistrikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas infrastruktur, tetapi juga oleh sumber daya manusia yang kompeten serta memiliki kesadaran tinggi terhadap budaya keselamatan. Oleh karena itu, PLN akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak guna mewujudkan lingkungan kerja yang sehat, selamat, produktif, dan berdaya saing.

(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *