Metroluwuraya.com| Matahari belum terlalu tinggi ketika Rizal (42) bersiap menuju Pos 1 Kader Jaga Mobilisasi (KJM) Forum Desa (Fordes) Matappa PT Masmindo Dwi Area (MDA) di Saronda, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Dengan sepeda motor, ia meninggalkan sawah yang menjadi sumber penghidupan utama keluarganya. Musim kemarau membuat tanaman padinya membutuhkan perhatian lebih. Namun, hari itu Rizal harus menjalankan tugasnya sebagai anggota KJM.
Bagi Rizal, bertani tetap menjadi pekerjaan utama. Tetapi sejak bergabung sebagai anggota KJM Fordes Matappa, ia memiliki sumber penghasilan tambahan yang cukup berarti untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.
“Ya, sangat membantu kehidupan kami,” ujar Rizal saat ditemui di Pos 1 KJM, Selasa (4/8/2026).
Rizal merupakan satu dari empat petugas yang bergantian menjaga Pos 1. Setiap Selasa, ia mendapat giliran piket. Dalam sebulan, setidaknya empat kali ia bertugas.
Meski hanya beberapa kali berjaga dalam sebulan, tanggung jawab yang diemban tidak ringan.
Di Pos 1, Rizal bersama rekan-rekannya memantau kendaraan operasional perusahaan yang melintas menuju kawasan Project Awak Mas. Setiap kendaraan didokumentasikan dan dicatat sebagai bagian dari sistem pemantauan lalu lintas operasional.
Pos tempat mereka berjaga juga dilengkapi sejumlah fasilitas. Bangunan berukuran sekitar 6 x 5 meter itu memiliki kamera pengawas (CCTV), jaringan internet Starlink, radio komunikasi atau handy talky, perlengkapan minum, tempat sampah hingga toilet.
Fasilitas tersebut mendukung para kader menjalankan tugas selama berada di pos.
Namun bagi Rizal, pekerjaan di KJM bukan sekadar mencatat kendaraan yang melintas.
Honor yang diterimanya menjadi tambahan penghasilan yang membantu menopang kebutuhan keluarganya.
“Untuk kebutuhan sehari-hari. Saya serahkan ke istri,” katanya sambil tersenyum.
Rizal memiliki empat orang anak. Dua di antaranya telah bekerja dan mampu memenuhi kebutuhan sendiri, sementara dua lainnya masih duduk di bangku sekolah dasar.
Penghasilan dari tugas di KJM digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, termasuk biaya pendidikan kedua anaknya.
“Sebenarnya kerja utama saya di sawah. Tapi karena ada KJM ini, ya harus ikut melaksanakan. Kalau soal honornya, bisa membantu kehidupan kami. Honornya dipakai untuk kebutuhan rumah tangga dan anak sekolah,” ucapnya.
Bagi Rizal, tambahan penghasilan itu menjadi penyangga ekonomi keluarga, terutama ketika hasil pertanian sangat dipengaruhi kondisi cuaca.
Di tengah kesibukannya sebagai petani, ia berharap keberadaan KJM bersama Fordes Matappa dapat terus berjalan.
“Mudah-mudahan kegiatan ini terus berlanjut ke depannya. Jangan cuma sampai di sini saja, semoga bisa berjalan lama,” harapnya.
Bukan Sekadar Pos Jaga
Koordinator Pos 1 KJM, Muh Aris, menjelaskan bahwa tugas anggota KJM tidak hanya sebatas mendokumentasikan kendaraan perusahaan.
Setiap kendaraan yang melintas dicatat secara sistematis. Data tersebut kemudian dikoordinasikan secara berkala dengan Pos 2 dan Pos 3 agar pergerakan kendaraan operasional tetap terpantau.
“Semua kendaraan yang lewat kita catat, kemudian kita koordinasikan dengan pos berikutnya supaya pergerakan kendaraan tetap terpantau,” ujar Aris.
Menurut Aris, Pos KJM juga memiliki fungsi lain yang tidak kalah penting, yakni menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi maupun pengaduan terkait aktivitas operasional perusahaan.
Warga dapat menyampaikan keluhan, baik yang berkaitan dengan lalu lintas kendaraan maupun persoalan lain yang berhubungan dengan aktivitas perusahaan.
“Termasuk menerima aduan warga. Semua kita lakukan pencatatan, kemudian kita eskalasi ke perusahaan,” tuturnya.
Setiap laporan masyarakat, kata Aris, diteruskan kepada tim internal perusahaan melalui grup komunikasi khusus untuk segera ditindaklanjuti.
“SOP penanganannya memang langsung. Setelah ada keluhan masuk, kami laporkan melalui grup khusus perusahaan dan langsung diproses. Paling lambat dalam waktu 24 jam sudah dieksekusi,” jelasnya.
Bagi masyarakat sekitar, Pos KJM kini bukan sekadar tempat memantau lalu lintas kendaraan perusahaan. Pos tersebut juga menjadi salah satu jembatan komunikasi antara masyarakat dan perusahaan.
Di balik bangunan sederhana di tepi jalan menuju kawasan Project Awak Mas, ada orang-orang seperti Rizal yang setiap pekan bergantian menjaga.
Mereka bukan hanya mencatat kendaraan yang melintas. Mereka juga menjalankan peran dalam menjaga komunikasi antara perusahaan dan masyarakat, sembari menggantungkan harapan pada tambahan penghasilan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya sekolah anak-anak mereka.
Bagi Rizal, menjaga jalan berarti menjaga tugas. Tetapi lebih dari itu, pekerjaan tersebut juga menjadi bagian kecil dari upayanya menjaga harapan keluarganya.
(*)






