Kadundung Resmi Menjadi Desa Tangguh Bencana, MDA Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat di Latimojong

Metroluwuraya.com, Luwu | PT Masmindo Dwi Area (MDA) kembali mempertegas komitmennya dalam meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap potensi bencana melalui penguatan Program Jaga Keselamatan Desa, salah satu pilar utama Program Jaga Desa. Upaya tersebut diwujudkan lewat kegiatan Penguatan Kapasitas Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di Desa Kadundung, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu.

Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Pusat Studi Pemetaan dan Bencana (PUSPENA) Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, serta Palang Merah Indonesia (PMI). Dengan pelaksanaan kegiatan tersebut, Desa Kadundung resmi menjadi desa kelima yang memperoleh pendampingan DESTANA sejak program ini mulai dijalankan pada tahun 2024.

Bacaan Lainnya

Inisiatif DESTANA merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui Forum Desa MATAPPA (FORDES MATAPPA). Aspirasi tersebut kemudian diwujudkan dalam program kolaboratif yang bertujuan memperkuat kemampuan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana. Program ini mencakup pemetaan risiko, penyusunan mekanisme tanggap darurat di tingkat desa, simulasi kebencanaan, hingga pelatihan penanganan awal dalam kondisi darurat.

Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan karakteristik dan kebutuhan setiap desa. Setelah pertama kali diterapkan di Desa Bonelemo dan Ulusalu pada 2024, pendampingan kemudian diperluas ke Desa Boneposi, Tolajuk, dan pada tahun 2026 menjangkau Desa Kadundung. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen MDA bersama para mitra untuk membangun sistem kesiapsiagaan yang berkelanjutan di wilayah Latimojong.

Selama kegiatan di Desa Kadundung, masyarakat memperoleh materi mengenai mitigasi bencana, tata cara koordinasi saat keadaan darurat, hingga penyusunan rencana respons desa.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi pertolongan pertama yang dipandu oleh tim PMI bersama Emergency Response Team (ERT) PT Masmindo Dwi Area. Dalam simulasi tersebut, peserta mempraktikkan penanganan korban, prosedur evakuasi awal, serta koordinasi lintas unsur desa sehingga memiliki pengalaman langsung dalam menghadapi situasi darurat.

Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Masmindo Dwi Area, Mustafa Ibrahim, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas masyarakat merupakan bagian penting dari komitmen perusahaan dalam menjalankan operasional pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

“Bagi MDA, keselamatan bukan hanya budaya di lingkungan kerja, tetapi juga nilai yang ingin kami bangun bersama masyarakat di sekitar wilayah operasional. Melalui Program Jaga Keselamatan Desa, kami terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, perguruan tinggi, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat agar setiap desa semakin siap mengenali risiko, menyusun mekanisme respons, serta bertindak cepat ketika menghadapi keadaan darurat,” ujar Mustafa.

Sementara itu, Ketua PUSPENA Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP), Dr. Ichwan Muis, menilai bahwa mewujudkan desa yang tangguh terhadap bencana membutuhkan proses pendampingan yang berkesinambungan.

“Ketangguhan desa tidak lahir dari satu kali pelatihan. Dibutuhkan proses belajar, latihan, dan evaluasi secara terus-menerus. Ketika masyarakat memahami potensi risiko di wilayahnya, mengetahui peran masing-masing, dan terbiasa berlatih bersama, maka kapasitas desa dalam menghadapi bencana akan semakin kuat,” jelasnya.

Kepala Desa Kadundung, Parambung, turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dibangun MDA bersama PUSPENA UNCP, BPBD Kabupaten Luwu, dan PMI dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

“Program ini memberikan manfaat nyata bagi warga. Selain memperoleh pengetahuan, masyarakat juga bisa mempraktikkan langsung langkah-langkah penanganan darurat. Pengalaman tersebut membuat warga semakin siap untuk bertindak, saling berkoordinasi, dan membantu satu sama lain ketika menghadapi kondisi darurat,” ungkapnya.

Bagi MDA, membangun desa yang tangguh terhadap bencana merupakan investasi sosial jangka panjang yang terus dikembangkan bersama masyarakat. Melalui Program Jaga Desa, perusahaan berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar desa-desa di wilayah operasional memiliki kemampuan yang semakin baik dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk risiko bencana.

(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *