Metroluwuraya.com | Pemerintah Kabupaten Luwu terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat pemenuhan hak serta mendorong keterlibatan anak dalam proses pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan Bunda Forum Anak Kabupaten Luwu, Ny. Hj. Kurniah Patahudding, saat membuka secara resmi Grand Final Pemilihan Duta Anak Kabupaten Luwu Tahun 2026 yang digelar di Aula Andi Kambo, Kantor Bupati Luwu, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Forum Anak Kabupaten Luwu bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) ini turut dihadiri unsur Forkopimda, para pimpinan perangkat daerah, pembina serta pendamping Forum Anak, peserta Duta Anak, dan sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Kurniah menekankan bahwa ajang Pemilihan Duta Anak tidak hanya dipahami sebagai sebuah kompetisi, melainkan sebagai ruang strategis untuk memperluas partisipasi anak dalam pembangunan. Ia menegaskan bahwa anak memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan aspirasinya sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana penting bagi anak-anak untuk menyalurkan potensi, kreativitas, serta kepedulian mereka terhadap lingkungan dan daerah tempat mereka tumbuh dan berkembang.
“Pemilihan Duta Anak Kabupaten Luwu Tahun 2026 menjadi wadah bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menyampaikan gagasan dan aspirasi mereka dalam mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bunda Forum Anak Kabupaten Luwu menjelaskan bahwa jumlah anak di wilayah tersebut saat ini mencapai sekitar 142.870 jiwa. Kondisi ini menunjukkan pentingnya adanya representasi yang dapat menjadi jembatan aspirasi anak dalam berbagai forum pembangunan daerah.
Ia berharap Duta Anak yang terpilih nantinya dapat berperan sebagai penggerak dalam menyuarakan kebutuhan serta kepentingan anak, sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan Kabupaten Luwu yang ramah anak dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
“Sebagai Bunda Forum Anak Daerah Kabupaten Luwu, saya membuka ruang seluas-luasnya bagi anak-anak untuk menyampaikan ide dan pendapat demi kemajuan daerah kita,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak. Menurutnya, budaya mendengarkan suara anak harus terus diperkuat agar mereka tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, kreatif, dan berkarakter kuat.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan apresiasi kepada pengurus, fasilitator, serta pendamping Forum Anak Daerah Kabupaten Luwu yang selama ini aktif berperan sebagai pelopor dan pelapor dalam pemenuhan hak-hak anak.
Penghargaan juga diberikan kepada pengurus Forum Anak periode sebelumnya atas dedikasi yang telah ditunjukkan. Ia menegaskan bahwa berakhirnya masa jabatan bukan berarti berhenti berkarya, melainkan menjadi awal untuk terus berkontribusi bagi masyarakat sebagai generasi penerus daerah.
“Siapa pun yang terpilih sebagai Duta Anak Kabupaten Luwu harus mampu menjadi teladan, aktif menyuarakan aspirasi anak, serta memberikan kontribusi nyata dalam pemenuhan hak anak,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Luwu berharap dapat melahirkan generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki kepedulian sosial tinggi. Selain itu, Pemilihan Duta Anak diharapkan menjadi sarana pembelajaran kepemimpinan sekaligus memperkuat peran anak sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.
(*)






