Rumah Nirwana Jadi Perhatian, Camat Belopa Gandeng Masmindo dan PLN Salurkan Bantuan

LUWU| METROLUWURAYA.COM – Kepedulian terhadap keluarga Nirwana, warga Lingkungan Batu Murrung, Kelurahan Senga, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, terus mengalir setelah kondisi tempat tinggal mereka yang memprihatinkan menjadi perhatian masyarakat.

Kali ini, bantuan kebutuhan pokok berupa sembako disalurkan melalui sinergi Pemerintah Kecamatan Belopa, Pemerintah Kelurahan Senga, PT Masmindo Dwi Area (MDA) melalui Forum Desa (Fordes) Matappa, serta PT PLN Cabang Belopa.

Camat Belopa, Latif Muh Abduh, mengatakan bahwa kehadiran sejumlah pihak di kediaman Nirwana merupakan wujud kepedulian bersama terhadap warga yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

Ia menjelaskan, kunjungan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas informasi mengenai kondisi rumah Nirwana yang beberapa hari terakhir menjadi perbincangan publik.

“Alhamdulillah, hari ini saya bersama Pemerintah Kelurahan Senga, teman-teman dari Fordes Matappa PT Masmindo Dwi Area dan PT PLN Cabang Belopa turun langsung ke rumah warga kita terkait kondisi yang beberapa hari lalu sempat menjadi perbincangan di tengah masyarakat,” ujar Latif, Senin (12/10/2026).

Menurutnya, koordinasi untuk merespons persoalan tersebut telah dilakukan sejak Jumat sebelumnya. Pemerintah kecamatan kemudian berupaya melibatkan berbagai pihak agar keluarga Nirwana memperoleh bantuan yang dibutuhkan.

Latif berharap, dukungan lintas sektor itu tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi langkah awal untuk mendorong perbaikan rumah yang selama ini ditempati keluarga tersebut.

Di samping memberikan bantuan sembako, Pemerintah Kecamatan Belopa juga berupaya mencari solusi atas kondisi bangunan rumah Nirwana yang membutuhkan perbaikan.

Latif mengungkapkan, pihaknya telah mengirimkan surat resmi kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Luwu untuk meminta tindak lanjut terkait kemungkinan penanganan melalui program perbaikan rumah tidak layak huni.

“Terkait kondisi rumah yang ada, kami langsung menindaklanjuti dengan menyurat secara resmi ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman guna mendapatkan tindak lanjut, khususnya untuk bedah rumah yang ada di Batu Murrung ini,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Senga, Ahmadi Mantana, menyebut pengajuan bantuan perbaikan rumah bagi Nirwana telah dilakukan sebelum kondisi tempat tinggal tersebut ramai diberitakan media.

Menurut Ahmadi, pemerintah kelurahan sebelumnya sudah memasukkan nama Nirwana dalam daftar usulan kepada instansi yang membidangi perumahan dan kawasan permukiman. Pengajuan itu dilakukan bersama sejumlah warga lain yang juga membutuhkan bantuan perbaikan tempat tinggal.

“Jadi, sebelum masalah ini muncul di media, sebenarnya sudah ada pengusulan ke Tarkim untuk bedah rumah, khususnya rumah ini,” ungkap Ahmadi.

Meski demikian, hingga kini usulan tersebut belum terealisasi. Pemerintah kelurahan berharap instansi terkait dapat menindaklanjuti pengajuan itu berdasarkan persyaratan, mekanisme, dan ketersediaan program yang berlaku.

Ahmadi turut memastikan bahwa tanah yang menjadi lokasi berdirinya rumah tersebut merupakan milik keluarga Nirwana. Informasi mengenai kepemilikan lahan itu menjadi salah satu data pendukung dalam proses pengajuan bantuan perbaikan rumah.

Pemerintah kecamatan dan kelurahan juga menjelaskan bahwa keluarga Nirwana bukan tidak tersentuh bantuan sosial. Berdasarkan data yang dihimpun melalui koordinasi dengan koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Belopa, keluarga tersebut tercatat menerima bantuan dengan nilai keseluruhan sekitar Rp3,6 juta.

Latif menyebut bantuan itu meliputi program PKH dan bantuan pangan, termasuk dukungan berupa beras yang disalurkan melalui pemerintah kelurahan.

Ahmadi menambahkan, keluarga Nirwana juga masuk dalam penerima sejumlah bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah, termasuk dukungan yang berkaitan dengan kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.

Namun, penerimaan bantuan sosial tersebut belum menjawab persoalan utama yang dihadapi keluarga itu, yakni kondisi tempat tinggal yang membutuhkan perbaikan secara fisik.

Kerusakan pada bagian atap rumah masih menjadi persoalan yang perlu ditangani melalui program khusus perbaikan rumah atau dukungan lain yang memungkinkan.

Atas dasar itu, pemerintah kecamatan dan kelurahan terus mengupayakan koordinasi dengan instansi terkait agar kebutuhan keluarga Nirwana dapat ditangani secara lebih menyeluruh.

Sebelumnya, kondisi rumah Nirwana menjadi perhatian publik setelah diberitakan dalam sejumlah pemberitaan. Bangunan berdinding papan yang mulai lapuk dengan bagian atap berlubang itu dihuni enam orang anggota keluarga, termasuk seorang bayi yang baru lahir.

Kerusakan pada atap membuat keluarga tersebut menghadapi kesulitan ketika hujan turun. Air dapat masuk ke dalam rumah sehingga mengganggu kenyamanan dan waktu istirahat penghuni.

Kondisi itu mendorong berbagai pihak untuk memberikan perhatian, baik melalui bantuan kebutuhan pokok maupun upaya mendorong perbaikan tempat tinggal.

Kolaborasi Pemerintah Kecamatan Belopa, Pemerintah Kelurahan Senga, Fordes Matappa yang didukung PT Masmindo Dwi Area, serta PT PLN Cabang Belopa menjadi salah satu bentuk respons terhadap kondisi tersebut.

Meski bantuan sembako telah disalurkan, realisasi bedah rumah masih memerlukan tindak lanjut dari instansi yang berwenang.

Pemerintah kecamatan dan kelurahan berharap pengajuan yang telah disampaikan dapat memperoleh kepastian penanganan sesuai mekanisme dan ketersediaan anggaran program.

Dengan demikian, perhatian terhadap keluarga Nirwana diharapkan tidak berhenti pada bantuan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga berlanjut hingga tersedianya solusi bagi tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan layak huni.

(Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *