Hadapi Musim Hujan, Wabup Luwu dan Kapolres Pimpin Apel Siaga Bencana 2025

Pemkab Luwu273 Dilihat

Metroluwuraya.com | Memasuki musim penghujan, potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Luwu. Sebagai bentuk antisipasi, Polres Luwu menggelar Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025 di halaman Mapolres Luwu, Rabu (5/11/2025).

Apel tersebut dihadiri Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Turut hadir sejumlah kepala perangkat daerah, seperti Dinas Sosial, BPBD, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perhubungan, serta elemen pendukung kebencanaan lainnya.

Ratusan personel gabungan dari TNI-Polri, Satpol PP, Tagana, BPBD, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, hingga Senkom turut serta dalam apel yang dipimpin langsung oleh Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu.

Dalam amanatnya, Kapolres menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan bencana dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

“Apel kesiapsiagaan ini merupakan langkah konkret untuk memastikan seluruh unsur yang terlibat siap bergerak cepat, sigap, dan terpadu dalam melindungi masyarakat dari ancaman bencana,” ujar AKBP Adnan Pandibu.

Ia menambahkan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di dunia. Berdasarkan data nasional hingga 19 Oktober 2025, tercatat 2.606 kejadian bencana terjadi di berbagai daerah dengan dampak signifikan bagi masyarakat.

Kapolres juga mengingatkan akan potensi fenomena La Niña yang diprediksi berlangsung hingga awal 2026, berpotensi meningkatkan curah hujan di atas normal, khususnya di wilayah selatan Indonesia termasuk Sulawesi.

Dalam arahannya, AKBP Adnan menekankan beberapa hal penting kepada seluruh peserta apel, antara lain:

Melakukan deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan bencana secara berkelanjutan.

Menyampaikan informasi dan imbauan kepada masyarakat terkait potensi bencana.

Memastikan kesiapan personel, sarana, dan logistik pendukung.

Melaksanakan simulasi penanggulangan bencana secara rutin.

Menjalankan tugas kemanusiaan dengan empati, humanis, dan profesional.

Meningkatkan koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, dan elemen masyarakat lainnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, mengapresiasi langkah Polres Luwu bersama seluruh unsur terkait dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan.

“Kesiapsiagaan bukan sekadar formalitas, tapi komitmen bersama dalam melindungi masyarakat. Kolaborasi lintas sektor adalah kunci untuk meminimalkan dampak bencana dan memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan terbaik,” ungkap Wabup Dhevy.

Usai apel, Kapolres dan Wabup Luwu bersama jajaran Forkopimda meninjau peralatan SAR serta fasilitas pendukung penanggulangan bencana. Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan pengecekan kesiapan lapangan, sebagai simbol komitmen bersama menghadapi musim penghujan 2025-2026.

Dengan apel ini, diharapkan seluruh elemen pemerintahan, aparat keamanan, dan masyarakat semakin siap serta bersinergi dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Luwu.

 

(Redaksi)

Komentar