KH Chriswanto Santoso: Haji Mabrur dan Kurban Perkuat Peradaban Bangsa

Ldii Jakarta278 Dilihat

Jakarta, Metroluwuraya.com  – Gelombang pertama kedatangan jemaah haji Indonesia dijadwalkan berlangsung pada pekan depan. Sebanyak 221.000 jemaah yang telah menunaikan ibadah haji diharapkan membawa perubahan positif di tengah krisis moral yang melanda masyarakat Indonesia.

Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), KH Chriswanto Santoso, menyampaikan bahwa salah satu indikator haji mabrur adalah perubahan perilaku dan tutur kata yang mencerminkan peningkatan keimanan serta ketakwaan.

“Haji harus memberikan dampak besar bagi peradaban bangsa, terutama di tengah kondisi bangsa yang sedang dilanda krisis moral,” ujarnya dalam keterangan pers, Sabtu (14/6/2025).

Menurutnya, pascareformasi Indonesia mengalami kemunduran ditandai dengan meningkatnya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Pemerintahan Presiden Prabowo pun mengungkap nilai kerugian negara akibat korupsi yang mencapai ratusan triliun rupiah.

“Angka-angka pengungkapan korupsi hari ini belum pernah terbayangkan sebelumnya. Ini menjadi refleksi serius bagi seluruh elemen bangsa,” imbuhnya.

KH Chriswanto menekankan pentingnya peran para jemaah haji, yang terdiri dari berbagai kalangan-termasuk pejabat, ASN, birokrat, wiraswastawan, dan karyawan-untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

“Haji yang mabrur diharapkan membawa dampak langsung bagi lingkungan sekitar, menjadi teladan, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengutip salah satu dari Tri Sukses Haji yang dicanangkan Badan Penyelenggara Haji (BPH) RI, yaitu sukses peradaban dan keadaban. Sukses peradaban dimaknai sebagai kemajuan bangsa dari sisi kebangsaan dan kenegaraan, sementara keadaban terkait dengan penguatan nilai-nilai nasionalisme dan moralitas publik.

Selain haji, Hari Raya Idul Adha juga disebut KH Chriswanto sebagai momentum mengasah kepedulian sosial. Ia menekankan pentingnya meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad dalam berkurban.

“Semangat gotong royong dan kepedulian sosial bisa kembali tumbuh melalui pelaksanaan kurban. Ini adalah jiwa bangsa Indonesia,” tuturnya.

Pada Idul Adha 2025, LDII menyiapkan lebih dari 4.317 titik pelaksanaan salat Idul Adha di seluruh Indonesia. Data yang dihimpun dari media menyebutkan, jumlah hewan kurban yang disiapkan warga LDII mencapai 55.952 ekor, terdiri dari 28.096 ekor sapi, 21 ekor kerbau, dan 27.835 ekor kambing. Angka ini naik 10,8 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Kami bersyukur atas partisipasi tinggi warga LDII. Ini adalah bukti keimanan dan ketaatan mereka kepada Allah SWT,” ujarnya bangga.

Tren peningkatan kurban warga LDII pun terus terjadi setiap tahun. Tahun 2022 tercatat sebanyak 42.646 ekor, naik menjadi 47.341 ekor pada 2023, dan mencapai 50.460 ekor pada 2024.

KH Chriswanto mengajak seluruh warga LDII untuk terus meningkatkan semangat berkurban di tahun-tahun mendatang.

“Kurban bukan hanya ibadah personal, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas sosial dan meningkatkan kesejahteraan umat,” pungkasnya.

LDII berharap pelaksanaan kurban tahun ini menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk lebih ikhlas dan luas dalam berkurban, sekaligus memperkuat karakter bangsa yang religius dan beradab.

(Redaksi)

Komentar