Masuk Tanpa Izin & Rekam Diam-diam, PT. Katana Sebut Video Viral Menyesatkan

Metro Luwu, Sorot1821 Dilihat

Metroluwuraya.com, BUA, LUWU | Workshop milik PT. Katana Global Trade yang terletak di Desa Karang-Karangan, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, diterpa isu tak sedap. Sebuah video yang beredar luas menyebut lokasi tersebut sebagai tempat penimbunan BBM bersubsidi jenis solar. Tuduhan ini dibantah langsung oleh Tawakkal, Kepala Bengkel perusahaan tersebut.

Tawakkal menjelaskan, kejadian bermula pada Rabu, 9 April 2025, pukul 13.00 WITA, saat para karyawan sedang beristirahat. Sebuah mobil Avanza hitam dengan nomor polisi DD 1237 GH masuk tanpa izin ke area bengkel. Salah satu penumpangnya langsung turun dan merekam situasi di lokasi menggunakan ponsel.

Setelah dikonfirmasi, diketahui bahwa empat orang dalam mobil tersebut terdiri dari tiga oknum wartawan/LSM dan satu oknum yang mengaku sebagai anggota TNI dari Kodim 1403/Palopo. Mereka tidak memberikan penjelasan jelas atas kehadiran maupun maksud perekaman.

Menurut Tawakkal, saat itu sekitar 20 unit armada, termasuk truk ekspedisi, tangki BBM, dan dump truk, sedang menjalani pengecekan rutin. Ia mengakui adanya pemindahan muatan BBM ke tandon karena sejumlah armada sedang diservis — prosedur standar dalam operasional perusahaan.

Situasi memanas saat para karyawan mencoba meminta penjelasan, namun tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Salah satu oknum bahkan mengaku membawa aparat, namun anggota TNI yang dimaksud, berinisial ‘S’, justru mengelak terlibat dan mengaku hanya menumpang perjalanan ke Belopa.

Konflik akhirnya mereda setelah para pihak diajak berdiskusi di dalam bengkel. Salah satu oknum wartawan sempat melarikan diri ke rumah warga namun kemudian diajak kembali untuk berdamai.

Tawakkal menegaskan bahwa video yang beredar tidak melalui proses klarifikasi dan sangat merugikan pihak perusahaan. Ia berharap ke depan masyarakat atau media mengedepankan prinsip konfirmasi dan hak jawab sebelum menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kami tidak diberikan kesempatan untuk klarifikasi, sehingga berita tersebut cenderung menyudutkan kami,” tegas Tawakkal.

Sementara itu, anggota TNI ‘S’ mengaku tidak tahu-menahu soal perekaman dan mengaku hanya ikut menumpang kendaraan yang kebetulan berbelok ke bengkel. Namun, salah satu karyawan menyebut bahwa setelah kejadian, mobil itu justru mengarah ke Palopo, bukan ke Belopa sebagaimana pengakuan ‘S’.(*)

Komentar