METROLUWURAYA.COM| Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan awal musim hujan di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, berlangsung pada waktu berbeda di sejumlah wilayah. Hal ini dipengaruhi karakteristik tiga zona musim yang membagi wilayah Kabupaten Luwu.
Berdasarkan prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Andi Djemma Luwu Utara, sebagian besar wilayah Kabupaten Luwu diprediksi mulai memasuki musim hujan pada November 2026.
Wilayah tersebut mencakup Walenrang Barat, sebagian Walenrang, sebagian Walenrang Timur, Basse Sangtempe, Basse Sangtempe Utara, Bua, Ponrang, Bua Ponrang, Ponrang Selatan, Kamanre, Bajo, Bajo Barat, Latimojong, Suli Barat, Suli, Belopa, dan Belopa Utara.
Kawasan ini masuk dalam zona musim monsunal-2. Awal musim hujan diprakirakan terjadi secara bertahap mulai dasarian pertama hingga dasarian ketiga November 2026.
Sementara itu, puncak musim hujan di wilayah tersebut diprediksi berlangsung pada Februari hingga April 2027.
Berbeda dengan sebagian besar wilayah lainnya, kawasan utara Kabupaten Luwu memiliki karakteristik curah hujan yang berlangsung sepanjang tahun.
Wilayah yang masuk dalam kategori tersebut meliputi Kecamatan Walenrang Utara, Lamasi, Lamasi Timur, serta sebagian Walenrang Timur dan Walenrang.
BMKG memprakirakan puncak curah hujan di kawasan ini terjadi pada Januari 2027.
Adapun wilayah selatan Kabupaten Luwu, khususnya Kecamatan Larompong dan Larompong Selatan, memiliki pola musim tersendiri.
Kedua kecamatan tersebut masuk dalam zona musim ekuatorial-4. Awal musim hujan diperkirakan berlangsung mulai dasarian kedua Maret hingga dasarian pertama April 2027.
Puncak musim hujan di wilayah ini diprakirakan terjadi pada April hingga Mei 2027.
Menghadapi musim hujan 2026/2027, Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadwalkan sosialisasi prakiraan musim hujan bersama BMKG.
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan Selasa (3/11/2026), mulai pukul 09.30 Wita hingga selesai, melalui pertemuan daring menggunakan Zoom Meeting.
Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut atas surat BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Andi Djemma Luwu Utara Nomor e.B/ME.02.04/001/KMXB/X/2026 tertanggal 30 Oktober 2026 tentang Sosialisasi Prakiraan Musim Hujan 2026/2027 di Kabupaten Luwu.
Undangan yang ditandatangani Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, Muhammad Rudi, pada 30 Oktober 2026 tersebut ditujukan kepada sejumlah unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi terkait, hingga perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Luwu.
Peserta yang diundang antara lain Bupati dan Wakil Bupati Luwu, Ketua DPRD, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, serta pimpinan perusahaan.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat memperoleh gambaran lebih awal mengenai perkembangan musim hujan sebagai dasar penyusunan langkah antisipasi dan peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Informasi prakiraan musim ini menjadi penting, terutama untuk mengantisipasi kemungkinan banjir, tanah longsor, angin kencang, serta dampak cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Kabupaten Luwu.
(*)






