Ikut Pelatihan MDA, Pemilik Mario Water di Luwu Baru Sadar Selama Ini Keliru Kelola Keuangan

LUWU| METROLUWURAYA.COM – Pelatihan Resota UMKM 2026 yang digelar PT Masmindo Dwi Area (MDA) memberikan pengalaman baru bagi Misbahul Umam, pelaku usaha depot air minum Mario Water di Desa Kadong-kadong, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu.

Pria yang akrab disapa Misbah itu mengaku baru menyadari bahwa pola pengelolaan keuangan yang selama ini diterapkannya ternyata kurang tepat.

Sejak memulai usaha pada 2020, Misbahul terbiasa menggunakan dan mencampurkan uang hasil usaha dengan kebutuhan pribadi. Kebiasaan tersebut membuat keuangan usahanya tidak tercatat secara terpisah dan sistematis.

Pemahaman baru itu diperolehnya setelah mengikuti Pelatihan Resota UMKM 2026 yang berlangsung di Hotel Borneo, Belopa, pada 22–26 September 2026.

Pelatihan tersebut diikuti 42 pelaku UMKM yang berasal dari 21 desa di sekitar wilayah operasional MDA di Kabupaten Luwu.

“Saya baru tahu kalau selama ini mencampur uang usaha dengan uang pribadi itu merupakan kesalahan. Akibatnya, pencatatan keuangan usaha juga tidak berjalan,” kata Misbahul, Jumat (2/10/2026).

Menurutnya, materi yang diberikan selama pelatihan cukup dekat dengan persoalan yang dihadapi pelaku UMKM dalam menjalankan bisnis sehari-hari.

Salah satu materi yang paling dirasakan manfaatnya adalah pengelolaan arus kas atau cash flow. Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, tetapi juga diarahkan untuk memahami penerapannya dalam kegiatan usaha.

“Materinya tidak berhenti pada konsep. Kami juga diajarkan bagaimana menerapkannya secara teknis. Itu sangat sesuai dengan kebutuhan UMKM saat ini,” ujarnya.

Misbahul juga mengapresiasi fasilitas yang diberikan selama kegiatan berlangsung. Pelatihan digelar di ruang pertemuan Hotel Borneo yang dilengkapi pendingin ruangan, serta peserta mendapatkan konsumsi dan coffee break.

Selain pengelolaan arus kas, peserta mendapatkan berbagai materi lainnya, mulai dari pondasi usaha, manajemen keuangan, strategi branding, pemasaran dan promosi hingga proses pengurusan perizinan serta sertifikasi usaha.

Salah satu materi yang menarik perhatian Misbahul adalah pembahasan mengenai harga pokok produksi (HPP).

Materi tersebut disampaikan Naufal Muhammad Aksah, dosen Departemen Ilmu Ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas).

Naufal tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga membawa peserta pada simulasi yang lebih praktis dengan menggunakan contoh usaha yang mereka jalankan.

Usaha air minum isi ulang milik Misbahul bahkan digunakan sebagai salah satu contoh dalam pembahasan.

Misbahul mengatakan, dari materi tersebut ia mendapat pemahaman mengenai cara menghitung biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu produk sebelum menentukan besaran keuntungan.

“Dari situ saya bisa melihat lebih jelas bagaimana menghitung biaya dan menentukan harga jual,” katanya.

Naufal sendiri dipilih sebagai salah satu pemateri karena memiliki pengalaman akademik dan rekam jejak dalam kajian pemberdayaan UMKM.

Namanya tercatat bersama tim dosen Unhas dalam artikel pengabdian masyarakat mengenai digitalisasi dan pemberdayaan UMKM di Desa Sipodeceng yang diterbitkan Celebes Journal of Community Services pada 2025.

Usai mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, Misbahul kini masih menunggu pengumuman sepuluh UMKM yang akan mendapatkan dukungan modal dari MDA.

Ia mengaku belum mengetahui apakah Mario Water termasuk dalam daftar tersebut.

“Untuk masuk 10 besar atau tidak, kami masih menunggu pengumumannya,” ujarnya.

Jika terpilih, Misbahul telah menyiapkan rencana pemanfaatan bantuan tersebut.

Ia berencana meningkatkan sarana distribusi dengan mengganti kendaraan operasional dari sepeda motor menjadi kendaraan roda empat. Selama ini, pengiriman air galon kepada pelanggan masih dilakukan menggunakan sepeda motor.

“Kalau lolos 10 besar, saya ingin menggunakan dana itu untuk meng-upgrade kendaraan operasional dari roda dua ke roda empat,” jelasnya.

Namun, Misbahul juga memiliki alternatif apabila anggaran yang diterima belum mencukupi untuk membeli kendaraan baru.

Ia mempertimbangkan mengembangkan lini usaha lain dengan memproduksi es kristal menggunakan mesin khusus.

“Kalau belum memungkinkan membeli kendaraan, saya ingin diversifikasi ke usaha es kristal. Mesinnya nanti menggunakan sumber air yang sama dari depot galon,” katanya.

Pelatihan Resota UMKM 2026 diselenggarakan MDA bersama Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kabupaten Luwu.

Dalam pelaksanaannya, MDA menggandeng Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Hasanuddin serta FEB Universitas Muhammadiyah Palopo sebagai mitra.

Setelah program pelatihan selesai, perkembangan para peserta akan tetap dipantau oleh MDA bersama Forum Desa (Fordes) Matappa.

(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *