Kekeringan Ancam 70 Hektare Sawah, PT MDA Salurkan Bantuan

LUWU | METROLUWURAYA.COM – Ancaman kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu mendapat perhatian dari PT Masmindo Dwi Area (MDA). Perusahaan tersebut menyalurkan bantuan pertanian untuk membantu petani mempertahankan tanaman di tengah keterbatasan pasokan air.

Bantuan diserahkan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Luwu pada Jumat (18/9/2026). Dukungan tersebut mencakup paket pompa air, bantuan sumur bor serta kegiatan penyiraman pada lahan pertanian yang terdampak kekeringan.

Sekretaris Dinas Pertanian Luwu, Islamuddin, menyambut baik dukungan yang diberikan MDA. Menurutnya, persoalan kekurangan air saat ini tidak hanya terjadi di satu wilayah, tetapi telah dirasakan petani di berbagai daerah di Kabupaten Luwu.

“Bantuan berupa paket pompa air, paket sumur bor dan penyiraman,” ujar Islamuddin, Senin (21/9/2026).

Ia menjelaskan, bantuan sumur bor masih dalam tahapan proses penyaluran. Sementara kegiatan penyiraman telah lebih dahulu dilakukan di Desa Senga Selatan untuk membantu mengantisipasi tanaman padi yang berpotensi mengalami gagal panen akibat minimnya ketersediaan air.

Islamuddin berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, MDA dan masyarakat dapat terus diperkuat. Ia menilai kebutuhan petani tidak sebatas bantuan sarana pertanian, tetapi juga membutuhkan pendampingan serta edukasi untuk menghadapi berbagai persoalan pertanian.

“Saya kira harapan saya agar kerja sama ini terjalin terus dengan baik dalam rangka membantu masyarakat yang kesusahan dan bukan hanya bentuk materi, tapi juga dalam bentuk edukasi,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan koordinasi antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat agar setiap dukungan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Di sisi lain, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT MDA, Mustafa Ibrahim, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk merespons kondisi kekeringan yang tengah dihadapi petani.

Mustafa menjelaskan, sebelum bantuan disalurkan, MDA terlebih dahulu berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Luwu dan Fordes Matappa. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bentuk bantuan yang diberikan dapat menjawab kebutuhan petani di wilayah terdampak.

“Kami melihat kondisi ini perlu direspons bersama. Melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Luwu dan Fordes Matappa, MDA berupaya memberikan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan agar petani dapat mempertahankan tanamannya dan risiko gagal panen bisa ditekan,” ujar Mustafa.

Penanganan dampak kekeringan tersebut mencakup sejumlah wilayah, yakni Tampumia Radda, Balo-Balo, Kurusumanga dan Senga Selatan.

Secara keseluruhan, lahan pertanian yang menjadi sasaran upaya penanganan kekeringan tersebut mencapai sekitar 70 hektare.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu petani menjaga keberlangsungan tanaman sekaligus mengurangi dampak kekeringan terhadap produktivitas pertanian di Kabupaten Luwu.

(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *