Metroluwuraya.com| Kunjungan Bupati Luwu, Patahudding, ke Desa Padang Kamburi, Kecamatan Bupon, disambut antusias oleh masyarakat setempat. Kunjungan tersebut difokuskan pada peninjauan kebun kakao yang akan dijadikan sebagai lokasi percontohan untuk program sambung pucuk. Sabtu (25/4/2026).
Kebun yang dikunjungi merupakan milik dua warga, Malle dan Rahman, yang dipilih sebagai lokasi pengembangan bibit unggul kakao di wilayah tersebut. Di tengah kegiatan, Bupati Patahudding memberikan edukasi langsung kepada masyarakat terkait teknik perawatan tanaman kakao, termasuk cara mengatasi berbagai penyakit yang kerap menyerang.
Dalam kesempatan itu, Patahudding juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden RI dan Menteri Pertanian, atas dukungan terhadap program pengembangan kakao. Ia menilai program ini sejalan dengan visi pembangunan daerah dan diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani.
“Program ini merupakan harapan besar bagi masyarakat Luwu, terutama dalam penyediaan bibit kakao berkualitas. Alhamdulillah, sudah mulai terealisasi dan akan terus berlanjut,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, dan petani agar program berjalan optimal. Pendampingan yang intensif dan pendekatan profesional dinilai menjadi kunci keberhasilan.
Bupati juga memaparkan secara rinci mengenai teknik budidaya kakao yang baik, termasuk identifikasi hama serta langkah penanganannya. Ia menargetkan produksi bibit kakao mencapai 8 juta pohon, dengan estimasi keberhasilan produksi sekitar 5 juta pohon atau sekitar 60 persen.
Menurutnya, jika hama dan penyakit dapat dikendalikan dengan baik, maka produksi kakao akan meningkat signifikan dan menjadi sumber pendapatan utama bagi petani di Luwu.
Ia juga menginstruksikan Dinas Pertanian serta para penyuluh untuk terus aktif mendampingi petani agar hasil panen semakin maksimal.
Kunjungan ini mendapat respons positif dari masyarakat setempat yang berharap program tersebut mampu meningkatkan taraf hidup mereka. Selain itu, Padang Kamburi juga ditetapkan sebagai kebun induk percontohan yang nantinya akan menjadi lokasi studi banding bagi daerah lain.
“Pemerintah desa harus mendorong masyarakat untuk lebih serius dalam mengelola kebun kakao. Ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain jika dikelola dengan baik,” tegasnya.
Turut hadir mendampingi dalam kunjungan tersebut Wakil Bupati Luwu Muhammad Devy Bijak Pawindu, Pj. Sekda Muhammad Rudi, Kadis PMD Muhammad Awwabim, Kepala Bappelitbangda Arsyal, Plt. Kadis Pertanian Islamuddin, para penyuluh, serta Kapolsek Bupon.
Sebagai informasi, terdapat lima jenis bibit kakao yang tengah dikembangkan di Kabupaten Luwu, yaitu BB, S2, MCC-02, ICCRI-06, dan ICCRI-08.
(*)


Komentar