Ratusan Karyawan PT SGS Luwu (Eks Panply) Protes, Tuntut Pembayaran Pesangon Penuh

Metro Luwu806 Dilihat

Metroluwuraya.com – Ratusan karyawan PT Sumber Graha Sejahtera (SGS), perusahaan pengolahan kayu yang beroperasi di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan-sebelumnya dikenal dengan nama PT Panply-menggelar aksi protes besar-besaran pada Kamis (16/10/2025) siang.

Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan dan penolakan terhadap kebijakan manajemen yang hanya membayar separuh pesangon kepada pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Para karyawan menilai keputusan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Massa pekerja memadati area pabrik sambil membawa aspirasi mereka. Mereka menolak keras kebijakan perusahaan yang hanya memberikan pesangon sebesar 0,5 kali ketentuan dan dibayarkan secara bertahap selama 12 bulan.

“Kami, sekitar 500 karyawan yang terkena PHK, dengan tegas menolak keputusan manajemen yang hanya membayar separuh pesangon dan mencicilnya selama satu tahun,” ungkap salah satu pekerja yang enggan disebutkan namanya.

Para buruh juga menilai keputusan tersebut sepihak dan tanpa proses perundingan bipartit bersama perwakilan karyawan. Mereka menuntut agar perusahaan segera membayarkan hak pesangon secara penuh dan sesuai Undang-Undang Ketenagakerjaan.

“Seharusnya perusahaan mengajak kami duduk bersama untuk mencari jalan keluar yang adil, bukan langsung memutuskan sepihak dengan dalih efisiensi,” ujar pekerja lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT SGS Luwu belum memberikan keterangan resmi. Namun, beredar kabar bahwa PHK massal dilakukan karena penurunan produksi dan efisiensi operasional di pabrik yang sudah beroperasi selama puluhan tahun tersebut.

Para pekerja berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan agar perusahaan tidak menghindar dari tanggung jawab.

“Sebagian besar dari kami sudah mengabdi lebih dari 10 tahun. Kami tidak menolak PHK, kami hanya menuntut hak kami dibayarkan secara adil dan sesuai aturan,” tegas salah seorang buruh.

 

(*)

Komentar