PT BMS Setor Pajak Ratusan Juta, Bapenda Luwu Apresiasi Kontribusi Perusahaan Tambang

PT BMS420 Dilihat

Metroluwuraya.com, Luwu – Kehadiran PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS), anak usaha dari Kalla Group, di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, terus menunjukkan kontribusi positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu buktinya, PT BMS telah menyetor Pajak Penerangan Jalan (PPJ) senilai Rp 890 juta ke kas daerah pada tahun ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt. Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Luwu, Zulfikar, dalam rapat pembahasan pertanggungjawaban APBD Pokok 2024 di Gedung DPRD Luwu.

“Benar, PT BMS sudah membayar pajak penerangan jalan sebesar Rp 890 juta,” jelas Zulfikar saat menjawab pertanyaan salah satu anggota dewan terkait kontribusi perusahaan terhadap PAD Luwu.

Menurutnya, nilai tersebut dihitung berdasarkan pemakaian listrik untuk operasional perusahaan serta penerangan fasilitas umum di sekitar area tambang.

Sejak memulai operasi di Kabupaten Luwu, PT BMS juga disebut telah menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Selain menyumbang penerimaan fiskal, kehadiran perusahaan tambang ini turut membuka peluang usaha di sektor jasa, logistik, hingga perdagangan lokal.

Zulfikar menambahkan bahwa keberadaan investor seperti BMS memberikan dampak ganda, tidak hanya pada PAD melalui pajak dan retribusi, tetapi juga pada pengurangan pengangguran dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sejumlah tokoh masyarakat pun turut mengapresiasi langkah PT BMS yang dinilai aktif mendukung pembangunan infrastruktur serta program pemberdayaan di desa-desa sekitar area operasionalnya.

Bapenda Luwu ke depan akan terus mengoptimalkan potensi pendapatan daerah dari sektor pertambangan dan pengolahan mineral. Selain PPJ, potensi lain yang tengah dipantau antara lain Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), retribusi perizinan, serta kontribusi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Kita berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan pelaku usaha seperti PT BMS dapat terus terjaga. Dengan kolaborasi yang baik, pembangunan daerah akan berjalan lebih maksimal,” tutup Zulfikar.

(*)

Komentar