PALOPO| METROLUWURAYA.COM – BPJS Kesehatan Cabang Palopo memperkuat upaya penyebaran informasi mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan melibatkan organisasi keagamaan. Kali ini, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Palopo dibekali pemahaman mengenai prosedur layanan JKN agar informasi tersebut dapat diteruskan kepada masyarakat luas.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk sosialisasi dan training of trainer (ToT) itu berlangsung di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Palopo, Selasa (15/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, para pengurus BKMT memperoleh penjelasan mengenai kemudahan akses layanan kesehatan, termasuk pemanfaatan aplikasi Mobile JKN.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palopo, Dahniar Hasyim Dahlan, mengatakan keterlibatan komunitas menjadi salah satu strategi untuk memperluas jangkauan edukasi di tengah keterbatasan sumber daya manusia.
Menurutnya, BPJS Kesehatan Cabang Palopo hanya didukung sekitar 54 pegawai untuk melayani empat kabupaten/kota. Kondisi itu membuat kolaborasi dengan organisasi yang memiliki jaringan hingga tingkat masyarakat menjadi penting.
“Kalau kami turun sendiri, jangkauannya tentu terbatas. Karena itu, kami menggandeng komunitas yang memiliki jaringan luas, salah satunya ibu-ibu BKMT,” kata Dahniar.
Ia menjelaskan, salah satu informasi penting yang perlu diketahui peserta JKN adalah kemudahan mengakses layanan kesehatan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada KTP, tanpa harus selalu membawa kartu kepesertaan fisik, sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun, Dahniar mengingatkan peserta agar menjaga identitas kepesertaan dan tidak meminjamkannya kepada orang lain. Penggunaan identitas yang tidak sesuai prosedur dapat menimbulkan konsekuensi administratif bagi peserta.
Ia menegaskan bahwa pemahaman mengenai hak, kewajiban, serta tata cara pemanfaatan layanan JKN perlu terus ditingkatkan agar peserta dapat mengakses pelayanan kesehatan secara tepat.
Sementara itu, Ketua BKMT Kota Palopo, A. Suriani Andi Kaso, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi mengenai layanan kesehatan merupakan kebutuhan penting bagi anggota majelis taklim, terutama di tengah perkembangan sistem pelayanan yang semakin memanfaatkan teknologi digital.
Suriani menjelaskan, BKMT Kota Palopo memiliki jaringan organisasi yang cukup luas, mencakup sembilan BKMT tingkat kecamatan, 48 Permata tingkat kelurahan, serta pembinaan terhadap 217 kelompok majelis taklim.
Jaringan tersebut dinilai menjadi potensi besar untuk membantu menyampaikan informasi mengenai Program JKN secara langsung kepada masyarakat.
“Masih banyak ibu-ibu yang kebingungan karena sekarang pendaftaran JKN dilakukan melalui aplikasi. Mereka membutuhkan penjelasan dan pendampingan agar bisa memahami cara penggunaannya,” ujar Suriani.
Ia berharap kerja sama dengan BPJS Kesehatan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi tersebut. Menurutnya, kehadiran narasumber dari BPJS Kesehatan dalam kegiatan pembinaan berikutnya akan membantu meningkatkan pemahaman anggota secara berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, Suriani meminta 25 ketua majelis taklim yang mengikuti kegiatan itu untuk meneruskan materi kepada anggota masing-masing. Informasi tersebut dapat disampaikan melalui pengajian bulanan maupun pertemuan rutin organisasi.
Melalui kolaborasi ini, BKMT Kota Palopo menyatakan kesiapannya menjadi mitra edukasi BPJS Kesehatan dalam menyebarluaskan informasi yang benar mengenai Program JKN.
Sinergi antara BPJS Kesehatan dan organisasi masyarakat diharapkan dapat memperluas pemahaman peserta mengenai prosedur pelayanan, penggunaan layanan digital, serta hak dan kewajiban dalam program jaminan kesehatan nasional.
(*)






