Kadis Pendidikan Luwu Tekankan Kepemimpinan, Kompetensi hingga Etika Bermedsos

LUWU| METROLUWURAYA.COM — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu, Andi Palanggi, S.STP., MM., menekankan pentingnya penguatan kompetensi kepala sekolah dan guru sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Luwu.

Hal itu disampaikan Andi Palanggi saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi PMNI, Literasi dan Numerasi, serta Digitalisasi Pembelajaran melalui BOS Kinerja di SDN 631 Rumaju 2, Kecamatan Bajo, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 35 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru.

Dalam sambutannya, Andi Palanggi menegaskan bahwa kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai administrator, tetapi juga sebagai pemimpin pembelajaran yang harus mampu menggerakkan sekaligus memberikan keteladanan bagi seluruh warga sekolah.

Menurutnya, setiap pemimpin memiliki gaya kepemimpinan berbeda. Ada yang tegas, ada pula yang lebih lembut. Namun, hal terpenting adalah kemampuan memberikan arahan yang jelas dan menggerakkan orang-orang yang dipimpinnya.

Ia juga mendorong keterlibatan aktif guru dalam pengelolaan dan pengembangan sekolah. Berbagai persoalan serta kebutuhan sekolah, kata dia, perlu dibahas bersama agar program yang dirancang benar-benar sesuai kebutuhan.

“Hasil pembahasan dan rekomendasi pendidikan harus menjadi dasar dalam menentukan intervensi dan perencanaan sekolah,” ujarnya.

Selain kompetensi, Andi Palanggi turut menekankan aspek kedisiplinan dan tanggung jawab. Ia mengingatkan bahwa hak yang diterima tenaga pendidik harus berjalan seimbang dengan pelaksanaan kewajiban secara profesional.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan kepala sekolah dan guru agar bijak menggunakan media sosial. Setiap informasi yang dibagikan di media sosial dapat tersebar luas, sehingga warga sekolah dituntut menjaga sikap dan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.

Terkait kedisiplinan kehadiran, Andi Palanggi mendorong pemanfaatan sistem digital untuk membantu memastikan kehadiran guru dan tenaga kependidikan di sekolah.

Namun, ia menegaskan bahwa teknologi tetap hanya menjadi alat. Kesadaran dan tanggung jawab pribadi tetap menjadi faktor utama.

“Alat ini sebenarnya cuma untuk memastikan bahwa kita berada di sekolah. Tetapi walaupun alat ini ada, kalau dari dalam diri kita memang tidak ada kesadaran, tentu tidak akan maksimal,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Andi Palanggi berharap Bimtek tersebut tidak sekadar menambah pengetahuan peserta, tetapi mampu menghasilkan perubahan nyata dalam proses pembelajaran dan pengelolaan sekolah.

Ia mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh serta membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh untuk diterapkan di sekolah masing-masing.

(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *